"Kondisi tanah di RW 5 memang miring. Setiap musim hujan memang ada tanah yang ambrol, namun yang parah yang ini," ujar Tata saat ditemui di lokasi kejadian, Kamis (7/1/2010).
Dari keterangan Tata, di RW 5 terdapat 600 KK yang terdiri dari 2000 jiwa. Sementara menurut ketua RT 7 Dede Karso, di wilayahnya terdapat 72 KK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pantauan detikbandung, warga masih melakukan kerja bakti di sekitar lokasi kejadian untuk mengangkut bebatuan, dan memasukan tanah ke dalam karung.
(avi/avi)











































