"Gubernur Ahmad Heryawan harus berani menolak dan perhatikan buruh," kata Bambang disela-sela orasinya, di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Rabu (6/1/2010).
Menurut Bambang, pemberlakuan ACFTA atau perdagangan bebas tersebut merupakah bahaya besar bagi industri tekstil. "Khusus di Jabar yang banyak pabrik tekstil, dengan adanya perdagangan bebas ini akan kalah dengan produk Cina," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau pengusaha tenang-tenang saja, kalau kami urusannya dengan perut, dan tentu saja akan terjadi PHK besar-besaran," jelas Bambang sambil menyebutkan jumlah buruh di Jabar ada sekitar 1 juta orang.
Oleh karena itu Bambang meminta kepada pemerintah agar membatalkan perdagangan bebas tersebut. "Kita tentu saja menolak, kalau toh disetujui, kita akan terus melakukan aksi secara bergelombang dan massa yang lebih banyak," terangnya.
Hingga pukul 11.15 WIB, perwakilan buruh masih melakukan orasi secara bergiliran. Sementara itu, buruh-buruh dari berbagai serikat buruh lainnya masih terus berdatangan ke Gedung Sate.
(avi/ern)










































