Pedagang Makanan Dadakan Mangkal di Gedung Sate

Ribuan Buruh Tolak ACFTA

Pedagang Makanan Dadakan Mangkal di Gedung Sate

Baban Gandapurnama - detikNews
Rabu, 06 Jan 2010 09:32 WIB
Pedagang Makanan Dadakan Mangkal di Gedung Sate
Bandung - Puluhan pedagang makanan dan minuman mendadak ramai di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro menyusul rencana 50 ribuan buruh yang akan berdemo menolak diberlakukannya Asean China Free Trading Agreement (AFCTA), Rabu (6/1/2010).

Pedagang makanan seperti pisang goreng, batagor, kupat tahu, cimol, lontong kari, rujak, cendol dan minuman, sudah mulai berjualan sekitar pukul 7.00 WIB. Mereka berada di depan area Gedung Sate dan di sekitar Lapangan Gasibu.

Menurut salah satu pedagang lontong kari, Darso (43), sejak pukul 6.00 WIB, dirinya sudah berada di area Gedung Sate. "Saya tahu dari koran, katanya mau ada demo, makanya saya ke sini," ujar Darso yang biasanya tidak pernah berjualan di area Gedung Sate.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demonstran dikabarkan berjumlah ribuan, namun Darso tidak menambah jumlah porsi dagangannya. "Sama aja kaya hari biasa, satu lontong besar untuk 7 porsi, saya bawa 9 kupat besar, satu porsinya Rp 6.000," kata darso.

Hal serupa dikatakan Edi, pedagang kupat tahu, Edi mengaku selalu datang ke Gasibu setiap ada demo buruh, "Kalau demo biasa tidak, kalau buruh kan akan membawa massa banyak," ujar Edi.

Ramainya pedagang pun dimanfaatkan oleh para polisi yang sudah berjaga sejak pukul 8.30 untuk sarapan. Polisi tersebut menikmati sarapannya di dalam pos polisi dan di tangga Lapangan gasibu.

(avi/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads