MUI Prihatin Striptis Digelar di Kota Agamis

Klub Malam Digerebek

MUI Prihatin Striptis Digelar di Kota Agamis

- detikNews
Selasa, 05 Jan 2010 19:42 WIB
MUI Prihatin Striptis Digelar di Kota Agamis
Bandung - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat menyesalkan kejadian penggerebekan Bellair yang diduga menampilkan tarian striptis saat malam pergantian tahun baru, Jumat (1/1/2010). Apalagi selama ini Wali Kota melabelkan Bandung sebagai Kota Agamis.

"MUI Jabar sangat prihatin dan seharusnya itu tidak terjadi, dan ironis dengan julukan Bandung sebagai kota agamis," kata Sekretaris MUI Jabar Rafani Akhyar, saat ditemui di kantornya di Jalan RE Martadinata, Selasa (5/1/2010).

Menurut Rafani, pihaknya khawatir telah terjadi transaksi ilegal antara pengelola dan pihak aparat agar pertunjukan itu bisa terus berlangsung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Apalagi, dari informasi yang beredar bahwa pertunjukkan striptise di kafe itu sudah berlangsung selama 7 bulan," paparnya.

MUI Jabar juga mengritik MUI Kota Bandung yang seharusnya bisa ikut berperan dalam mengantisipasi kejadian serupa.

"Wali Kota Bandung juga pernah mencekal kehadiran artis Dewi Persik. Tapi justru sekarang tarian striptis ditemukan di Bandung," paparnya.

Pihaknya meminta Pemkot tegas menutup operasional klub malam Bellair yang diduga mengumbar tarian telanjang. Sampai saat ini, ujar Rafani, Pemkot Bandung baru akan melakukan penyegelan dan penutupan setelah penyelidikan kepolisian terungkap.

"Wali Kota Bandung harus turun tangan langsung untuk menghentikan ini, dan tidak hanya bisa mengandalkan pihak instansi terkait saja," imbaunya.

Ia pun meminta hukum yang sekarang berlaku diterapkan secara tegas. Hal ini untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang kembali.

(ahy/avi)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads