Wakil Wali Kota Ayi Vivananda yang duduk di kiri Dada, dan Sekda Kota Bandung Edi Siswadi yang berada di kanannya, terlihat tegang.
"Saya dengar dari media massa di sini kemarin terjadi tarian bugil. Saya ingin meminta penjelasan dari pemiliknya Edi warna," teriak Dada lantang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya menginginkan Bandung kota agamis, bukan kota Islamis, Kristenis, kongkhucu, Budha atau agama lainnya. Pokoknya yang nyaman untuk semua agama. Tak hanya seluruh agama, tapi semua etnis juga harus nyaman. Saya tak peduli mau etinis Jawa, Batak, Cina sekalipun, kita butuh membangun Bandung bersama," tegasnya.
"Saya tak akan marah jika masyarakat tak melakukan penanaman satu pohon, tapi saya akan marah jika ada warga yang merusak pohon," ujarnya dengan nada geram.
Hal itu, kata dia, sama halnya dengan kasus tarian telanjang. "Selama ini tarian telanjang dilarang, kalau di daerah lain atau kota lain terserah, pokoknya di Bandung tak boleh. Kalau ini pelanggaran, maka izinnya dicabut," ancamnya.
Dalam pertemuan ini dihadiri juga oleh Kadisparbud Priana Wirasaputra, Kasatpol PP Fredi Ligaswara, dan Kadistarcip Juniarso Ridwan
(ern/ern)










































