Hal tersebut dikatakan Ketua RT 1 W 8, Kampung Babakan Cikutra, Kelurahan Neglasari Kecamatan Cibeunying Kaler, Wahdi, saat ditemui di lokasi kejadian, Minggu (3/1/2010).
"Sebagian dari warga ini ada yang mengontrak di rumah Pak Kadar (salah satu korban-red), sekarang diungsikan ke Masjid Al-Amanah. Sementara yang lain, karena hanya bagian belakang saja yang ambrol, masih menempati rumahnya," terang Wahdi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wahdi yang juga menjadi korban, kini telah mengungsikan anggota keluarga lainnya ke daerah Manglayang. "Saya tidak bisa masuk rumah, karena jalan bagian depan rumah saya ambrol, jadi keluarga saya ungsikan," ujarnya.
Lebih lanjut Wahdi sejak dirinya menjabat sebagai RT 2008 lalu, pihaknya memang mengetahui bahwa pemerintah tidak memperbolehkan untuk membangun rumah persis di depan suangai. "Harus ada jarak 4 meter, tapi untuk saat ini pemukiman penduduk semakin sempit, jadi sulit untuk dilakukan hal itu," ujarnya.
Ditemui di lokasi yang sama Camat Cibeunying Kaler Unjang Zaenudin mengatakan Dinas Sosial serta Dinas Bina Marga dan Pengairan sudah meninjau ke lokasi dan mengimbau warga untuk mengungsi.
"Saat ini warga tengah membuat tanggul dan saya sudah imbau kepada warga, bila hujan kembali datang dan air deras, agar tidak diam di sungai," ujarnya.
(avi/ern)











































