Akibatnya 6 rumah tergerus air sungai dan ambles. Menurut Ketua RT 01 Wahdi (42) yang rumahnya juga terkena longsor, awalnya peristiwa ini terjadi pada Rabu (30/12/2009).
Pada malam itu ada sekitar empat rumah yang tergerus aliran sungai akibat hujan lebat yang terus mengguyur sejak sore hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat kejadian tidak ada korban jiwa, namun dua rumah Wahdi tergerus di bagian teras. Motor Honda Astrea Grand milik Wahdi yang diparkir di teras juga ikut tergerus dan nyemplung ke Sungai Cimuncang.
Namun beruntung, motor yang tergerus tadi berhasil ditemukan kembali keesokan harnya Kamis (31/12/2009). Di hari yang sama warga langsung bergotong royong membenahi kirmir (penahan) dengan membuat bantalan pasir untuk menahan kirmir yang telah rusak.
Dua hari berselang, hujan deras kembali turun. Namun tadi siang, sekitar pukul 14.30 WIB, tanah kembali ambles. Kali ini dua rumah menjadi 'korban' amblesnya tanah.
Menurut Wahdi, rumah yang ambles adalah rumah milik Benyamin dan Karim Supriatna (54). "Kalau rumah Pak Karim yang ambles dapurnya, sehingga perabot dapurnya terbawa arus," ujar Wahdi.
Pantauan detikbandung hingga pukul 17.15 WIB warga sekitar masih menyemut melihat kejadian ini. Sementara sekitar pukul 16.30 WIB tadi tanah yang berada tak jauh dari rumah yang ambles tadi ikut tergerus aliran sungai. (dip/dip)











































