"Biasanya setelah jam 12 malam. Biasanya jam 1 malam sudah mulai," kata Samuel saat berbincang dengan detikbandung via telepon selulernya, Sabtu (2/1/2010).
Ia menuturkan, sebelum menyuguhkan tarian erotis, klub malam menyuguhkan langsung penampilan kelompok musik kepada penontonnya. "Kalau sudah lewat jam segitu sudah jamnya dugem," tuturnya.
Dalam seminggu, imbuhnya, hanya menyajikan satu kali pertunjukan striptis. "Hanya hri Sabtu itu saja, kalau hari lain nggak ada," kata Samuel. Rata-rata para penari berusia 23-27 tahun.
"Setiap pertunjukan para penari hanya mengenakan celana dalam tanpa kutang," katanya.
Satreskrim Polwiltabes Bandung menggerebek Bell Air yang berada di Paskal Hyper Square, Jalan HOS Tjokroaminoto, pukul 05.00 WIB, Jumat pagi (1/1/2010). Diduga kafe itu menampilkan tarian striptis saat perayaan malam Tahun Baru.
Empat penari perempuan dan seorang pengelola klub dibawa ke Mapolwiltabes Bandung. Polisi belum bisa menyimpulkan apakah memang empat perempuan dengan kisaran usia 23-27 tahun tersebut itu penari telanjang atau bukan. Saat penggerebekan penari menggunakan pakaian lengkap. (ahy/ahy)











































