Kapolda Jabar Irjen Pol Timur Pradopo mengungkapkan jumlah kasus kecelakaan lalu lintas di Jabar cenderung terus naik. Data 2008 tercatat sebanyak 3.907 kasus, pada 2009 mencapai 4.098 kasus.
"Korban yang meninggalnya pun meningkat. Kalau 2008 sebanyak 1.565 orang yang meninggal, sementara 2009 jumlahnya 1.595 orang," ungkap Timur saat jumpa pers laporan akhir tahun 2009, di Mapolwiltabes Bandung, Rabu malam (30/12/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hampir 60 persen yang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas adalah pengendara sepeda motor. Kasusnya beragam. Ada yang kecelakaan tunggal, saling bertabrakan, serta tabrakan antara sepeda motor dan mobil," jelas Agung ditemui di tempat yang sama.
Menurut Agung, mereka yang kehilangan nyawa di jalanan itu masih berusia produktif yaitu mulai usia 16 hingga 30 tahun. Agung pun mengaku prihatin.
"Kami sangat sayangkan. Sebab, di usia tersebut mereka sebenarnya sedang mencari dan meniti karier. Apalagi korban kalangan remaja yang merupakan generasi penerus bangsa yang masih memiliki cita-cita tinggi," sesalnya.
Agung menerangkan, jalur Pantura menjadi penyumbang terbesar dalam kasus kecelakaan lalu lintas. Kawasan tersebut memang terkenal sebagai 'jalur tengkorak'. Menurutnya, dari total kasus kecelakaan di daerah Jabar, sekitar 57 persen terjadi di Pantura.
"Kasus kecelakaan pengendara sepeda motor, rata-rata meninggal karena luka di kepala. Kebanyakan korban tidak diklik tali helmnya. Jadi saat terjatuh, helmnya terlepas," terang Agung.
Ke depannya, Agung secara tegas menggalakan wajib menggunakan helm standar bagi semua pengendara dan penumpang sepeda motor. Dirinya pun menyayangkan, kendati pakai helm standar, ternyata masih banyak pengendara dan penumpang suka lupa mengklik tali helmnya.
(bbp/ern)











































