Pernyataan tersebut dikatakan Ketua DPRD Jabar Irfan Suryanagara seusai dengar pendapat dengan instansi dan elemen masyarakat, di ruang kerjanya, Rabu (30/12/2009).
Rencana tersebut, diakui Irfan, baru sebatas pengkajian dan sudah masuk pada Detail Engeenering Design (DED) dan dianggarkan di APBD 2010. "Masih dalam taraf pengkajian. Dianggarkan Rp 1 miliar untuk DED," kata Irfan.
Pertimbangan rencana pembangunan itu, imbuh Irfan, sebagai bentuk optimalisasi kerja dewan. Pasalnya, saat ini tidak semua anggota dewan memiliki ruang kerja sendiri. "Prinsip dasarnya supaya anggota dewan punya ruang kerja 1 orang 1 ruang 2x3 meter. Minimal ada privacy," terangnya.
Dalam paparan hearing pendapat, Irfan mengatakan dengan keterbatasan ruang kerja dewan dikhawatirkan dapat menganggu kinerja dewan. "Tidak mungkin dalam satu meja bundar, yang ada bukan kerja tapi malah ngerumpi," keluhnya.
Untuk desain gedung, ia merencanakan akan menyerahkannya kepada mahasiswa yang berkutat di bidang desain bangunan. "Kita akan sayembarakan kepada mahasiswa," ujarnya.
Pembangunan gedung sendiri nantinya diharapkan dapat menjadi icon Jabar seperti yang ada di provinsi lainnya. "Contohnya Sumatera Utara, Sumatera Selatan yang menjadi icon daerah masing-masing," jelas Irfan yang mewakili Kota Depok dalam pemilu lalu.
Untuk lokasi sendiri pihaknya memastikan berada di Kota Bandung sesuai dengan peraturan yang menyebutkan letak kantor dewan yang berada di Ibu Kota Provinsi. Sedangkan untuk anggaran nantinya akan ditentukan sesuai kemampuan daerah.
Opsi lain yang dicuatkan Irfan terkait rencana pembangunan gedung baru adalah dengan menempati gedung sebelah barat Gedung Sate yang saat ini menjadi perkantoran Setda. "Itu juga kalau Setda memberikan," tandasnya.
Gedung dewan saat ini dinilai tidak representatif dengan jumlah anggota yang saat ini berkantor di sana. "Ini kan desainnya untuk 3 fraksi, sekarang sudah ada 8 fraksi dan tempatnya sampai sekarang masih seperti ini," tegasnya.
Sementara itu, Irfan menyadari jika fasilitas yang diminta dewan selama ini selalu menimbulkan pro dan kontra di masyarakat, terlebih dikaitkan dengan kinerja dewan sendiri. "Inilah tantangannya," ujarnya.
(ahy/afz)











































