Selama Buron, Pelaku Sempat Kerja di Perkapalan

Pemuda Tewas dalam Gulungan Karpet

Selama Buron, Pelaku Sempat Kerja di Perkapalan

Baban Gandapurnama - detikNews
Senin, 28 Des 2009 15:58 WIB
Selama Buron, Pelaku Sempat Kerja di Perkapalan
Bandung -

Setelah lima bulan lebih, Herdiadi (27) melarikan diri dari kejaran polisi. Selama pelariannya dia singgah di berbagai daerah dan bekerja mulai di perkapalan hingga menjadi penjual es kelapa.

"Usai membunuh, saya kabur ke Bali. Setelah itu pindah lagi ke Brebes, Jepara, Tasikmalaya, Tanjung Priok, Batam, Bekasi, Bogor dan Karawang. Paling lama di Batam, Bekasi dan Bogor," kata Herdiadi, warga Babakan Ciparay, Kota Bandung, kepada wartawan di Mapolresta Bandung Barat, Senin (28/12/2009).

Menurut Herdiadi, pilihan melarikan diri tersebut sudah direncanakan. Hal ini dilakukan untuk mencari tabungan uang untuk kebutuhan istri dan anak semata wayangnya. Sebab, dirinya menyadari akan menghadapi proses hukuman yaitu dipenjara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sengaja kabur untuk cari kerja. Uang yang terkumpul itu saya niatkan untuk keluarga di Semarang. Karena, saya tidak mau selama saya dipenjara, keluarga jadi telantar," ungkapnya.

Di Batam, dirinya bekerja di perkapalan selama dua bulan. Lalu, pria berambut pendek ini bekerja menjadi penjual es kelapa di Bekasi selama satu bulan. Di Bogor, Herdiadi menjadi tukang cat selama satu bulan.

"Uang yang terkumpul mencapai Rp 4 juta," katanya.

Namun, total uang yang sudah tekumpul tersebut hendak dikirim, ternyata keluarganya menolak. Alasannya, sang istri meminta uang itu dipakai saat nanti Herdiadi menjalani hidup di jeruji besi.

"Istri saya menyuruh begitu. Akhirnya, saya pun menerima walau hati ini terasa sedih," jelas Herdiadi.

Herdiadi mengaku, selama kabur ke sejumlah daerah tersebut, dirinya belum pernah menginjakkan kaki ke Semarang untuk bertemu keluarga. Sebab, dia meyakini kalau ke Semarang akan gampang terendus jejaknya oleh polisi.

Dodi Mulyadi (22) ditemukan tewas dikontrakanya, Jalan Wahid Hasyim Gg. H. Saidin RT 01 RW 02 Kelurahan Babakan Asih, Kecamatan Bojongloa Kaler, Rabu (1/7/2009) lalu. Saat ditemukan, kondisi tangan dan kaki korban terikat tali plastik merah dan digulung tikar lalu ditutupi terpal biru.

Tidak ada luka memar dan tusukan ditubuh korban, selain leher yang nyaris putus karena digorok.

(bbp/ern)


Berita Terkait