Tiga hari usai menggorok Dodi Mulyana dengan menggunakan pisau dapur, Herdiadi (27), mengaku telah membunuh orang kepada istrinya yang berada di Semarang. Diminta serahkan diri oleh sang istri, Dodi malah kabur ke Bali.
Kepada wartawan di Mapolresta Bandung Barat, Jalan Sukajadi, Senin (28/12/2009), Dodi mengaku sempat menghubungi istrinya yang berada di Semarang melalui telepon. Herdiadi mengaku sudah menghabisi nyawa Dodi.
Mengetahui kabar tersebut, sang istri terkejut dan menyuruh Herdiadi untuk menyerahkan diri pada polisi. "Istri saya menyuruh agar segera menyerahkan diri. Memang, waktu itu terlintas begitu. Tetapi, saya harus mencari uang untuk kebutuhan keluarga bila nanti saya
dipenjara," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak hanya menghilangkan nyawa orang lain saja, pelaku pun mencuri lima unit ponsel milik korban. Tujuan tersebut sebagai biaya hidup selama melarikan diri. "Saya jual ponsel itu selama melarikan diri. Ya, untuk ongkos saja," terangnya.
Herdiadi memang mengaku sudah berniat membunuh Dodi yang dikenalnya baru dua bulan. Saat membunuh, ia mengaku dalam kondisi tidak mabuk. Bahkan, risiko atas perbuatannya pun siap dihadapi. Kini, Herdiadi mendekam dibui Mapolresta Bandung Barat.
Dodi ditemukan tewas dikontrakanya, Jalan Wahid Hasyim Gg. H. Saidin RT 01 RW 02 Kelurahan Babakan Asih, Kecamatan Bojongloa Kaler, Rabu (1/7/2009) lalu. Saat ditemukan, kondisi tangan dan kaki korban terikat tali plastik merah dan digulung tikar lalu ditutupi terpal biru.
Tidak ada luka memar dan tusukan ditubuh korban, selain leher yang nyaris putus karena digorok.
(bbp/ern)










































