Hal tersebut dikatakan Kepala Lapas Sukamiskin Murdjito saat dihubungi detikbandung melalui telepon genggamnya, Jumat (25/12/2009).
"Dokternya nelepon saya, katanya operasi cangkok itu atas permintaan istrinya, karena tidak mau kelingking Asep diamputasi," ujar Murdjito.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Murdjito juga mengatakan, pihaknya sedang mengupayakan agar pembiayaan selama Asep di Rumah Sakit ditanggung oleh Departemen Hukum dan HAM. "Kita upayakan, tapi saya sendiri belum terima tagihan dari pihak rumah sakit," ujarnya.
Namun, menurut Murdjito, berapapun habisnya biaya perawatan, pihak Lapas akan siap menanggungnya. "Berapapun harus kita tanggung, dia kan sedang dalam menjalankan tugas dan taruhannya nyawa," kata Murdjito.
Dalam reka ulang yang digelar pada Selasa sore (21/12/2009), Asep mengejar Rasit hingga keluar gerbang Lapas. Saat itulah, rekan Rasit menembak Asep dan mengenai paha kirinya. Meski begitu, Asep tetap mengejar mereka dan kembali timah panas ditembakkan ke arah Asep dan mengenai dada kirinya hingga Asep terjatuh. Sebelum kabur, rekan Rasit kembali menembakkan timah panas ke arah Asep dan menyerempet kelingking kanannya.
(avi/avi)











































