Hal itu dikatakan Koordinator Komunikasi dan Informasi Garda Caah Rescue, Riki Waskito kepada detibandung saat dihubungi melalui telepon genggamnya, Jumat (25/12/2009).
"Ratusan rumah dilaporkan rusak, 42 diantaranya rusak parah sementara sisanya rusak ringan dan sedang," tutur Riki. Kerusakan rumah warga tersebut dijelaskan Riki bervariasi mulai dari tembok runtuh atau benteng jebol.
Kerusakan pada banjir kali ini disebut Riki adalah yang terparah, karena sebelumnya dirinya belum pernah mendengar laporan kerusakan sebanyak itu. "Kecamatan Ibun memang biasa terkena banjir tapi kalau sampai ratusan yang rusak ini yang terbanyak," jelasnya.
Riki menduga, kerusakan tersebut terjadi akibat derasnya arus air saat banjir semalam. "Karena intensitas hujan yang tinggi sehingga arusnya juga keras," kata Riki.
Sama halnya dengan Kecamatan Majalaya ketinggian air di Kecamatan Ibun juga bervariasi dengan ketinggian tertinggi mencapai 2 meter.
(tya/tya)











































