"Saya mengajar kegiatan pramuka, setiap senin ngajar keterampilan, selasa teori produksi, kamis produksi," ujar Polly saat ditemui usai ditemui wartawan usai Upacara Pemberian Remisi Natal di Gereja Ebenhaezar Lapas Kelas 1 Sukamiskin, Jalan Raya Sukamiskin, Jumat (25/12/2009).
Produk yang dibuat, kata Polly, adalah produk yang dapat bermanfaat dan berguna untuk lingkungan Lapas. "Kita bikin sabun mandi, sabun antiseptic, karbol pembersih lantai, banyak lah, untuk mengurangi pengeluaran belanja," jelasnya.
Selain produk rumah tangga, Polly dan napi lainnya membuat minuman instan. "Seperti temulawak, dan jahe instan," ujarnya.
Lebih lanjut Polly mengatakan, di dalam penjara dibutuhkan banyak belajar keterampilan agar saat keluar nanti, bisa menggunakan keterampilan tersebut untuk mencari uang.
"Anak buah saya yang di Cipinang dulu, sudah ada yang keluar, sekarang sudah berpenghasilan sehari Rp 250 ribu dengan keterampilan yang dia punya. Kan cukup banyak untuk seorang mantan napi," tuturnya.
Sejak Pollycarpus mulai menghuni Lapas Sukamiskin sejak 23 Mei 2008, mantan pilot Garuda ini sudah tidak bisa menjalani hari-harinya sebagai pilot. Polly sudah menjadi pilot selama 24 tahun, dan menjadi pilot Garuda selama 19 tahun. "Tidak apa-apa, ini menjadi bagian dari kehidupan untuk melengkapi hidup saya," pungkasnya.
(avi/tya)











































