Olah kejadian yang dilangsungkan Selasa (22/12/2009) itu, dilakukan 2 orang dari Irjen Depkum HAM dan Kepala Pengamanan Lapas (KPLP) Sukamiskin Tonny Nainggolan.
Dari kegiatan tersebut diketahui petugas lapas Asep Koswara masih mencegah Rasit kabur meski telah ditembak di bagian paha kiri.
Kejadian berawal ketika petugas lapas Agus Suryana membuka pintu gerbang ketika hendak mengambil KTP dari orang yang akan membesuk Rasit.
Namun ketika pintu dibuka, Agus langsung ditodong pistol. Karena kaget, Agus berupaya menutup pintu keras-keras. Namun orang yang memegang pistol mencoba masuk sambil memegang pistol.
Sempat terjadi dorong-dorongan pintu lapas. Agus pun terjatuh karena tersandung batas gerbang. Rasit pun berhasil kabur. Seketika itu juga Asep Rukmana, petugas lapas lain mengejar Rasit yang telah dibawa rekannya dengan motor. Ketika mengejar agar tidak naik motor, rekan Rasit menembakkan pistol dari jarak 3-5 m.
Tembakan mengenai paha kiri Asep, namun Asep terus mengejar dan rekan Rasit menembakan kembali pelurunya dan Asep terjatuh. Si pemegang senjata langsung lari ke arah penjemput Rasit. Bertiga mereka kabur menunggang motor.
Sebelum kabur rekan Rasit melepas satu tembakan yang menyerempet kelingking Asep.
"Korban tidak sadar ketika ditembak di paha dan dadanya. Dia baru sadar ketika akan masuk ke dalam lapas dan melihat kelingkingnya berdarah," tutur Tonny.
(dip/ern)











































