Dalam aksi yang dimulai pukul 10.35 WIB, Selasa (22/12/2009), mahasiswa menyematkan pita hitam dan putih di tangan kanan salah satu anggota dewan komisi C DPRD Jabar Ine Purwadwi.
Menurut koordinator aksi Kantry Maharani, ada seratus pita yang akan dibagikan pada kaum ibu. Pita hitam dan putih itu adalah simbolisasi dua kondisi ibu. Putih adalah simbol peran ibu yang mulia, sementara hitam adalah sisi gelap kematian ibu yang angkanya masih tinggi.
Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007, menunjukan angka kematian ibu mengalami penurunan dari 307 per 100 ribu kelahiran hidup di 2004, menjadi 228 per 100 ribu kelahiran pada 2007.
"Angka kematian masih tergolong tinggi. Ini karena pelayanan kesehatan belum menjangkau pelosok. Masih banyak persalinan dengan dukun. Makanya perlu ada anggaran kesehatan khusus untuk kaum ibu," tutur Kantry.
Selain membawa pita hitam dan putih, mahasiswa juga membawa puluhan bunga di antaranya bunga lili, tosca dan aster. Kepada Ine yang juga anggota dewan dari kaum wanita, Kantri memberikan dua tangkai bunga aster warna merah dan putih.
Sementara itu, Ine yang diberi pita menuturkan simbol hitam putih belum utuh. "Ini belum utuh sebagai simbol karena masih ada PR-PR yang harus diselesaikan. Terutama menyangkut kaum perempuan seperti TKW," tutur Ine.
Ine menambahkan Hari Ibu jangan hanya menjadi kiasan atau ucapan kata kata saja. perlu adanya kerjasama antara pemerintah dan masyarakat.
"Dari seratus orang anggota DPRD Jabar 25 orang di antaranya adalah wanita ini membuktikan wanita juga bisa," tuturnya di hadapan demonstran.
Aksi berakhir tertib pukul 11.05 WIB. Dua puluhan polisi nampak berjaga-jaga di sekitar Gedung Sate. Setelah melakukan aksi rencananya massa akan melakukan longmarch ke BIP sembari membagikan pita dan bunga kepada para wanita sepanjang perjalanan.
(dip/ern)











































