Menteri datang pukul 9.10 WIB dan langsung disambut Kalapas Sukamiskin Murdjito serta Kapolres Bandun Timur Victor Manoppo. "Pertemuan masih membahas kaburnya napi, tapi saat ini dengan pihak kepolisian," ujar Suharman, Kepala Rutan Kebon Waru yang mengawal menteri kepada wartawan yang tengah berkumpul di ruang tunggu.
Rencananya, Kapolda Jabar Irjen Pol Timur Pradopo juga akan ikut hadir dalam pertemuan tersebut. Pertemuan digelar di ruang Kalapas secara tertutup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, pada kedatangan pertama Minggu malam sekitar pukul 23.35 WIB, Menkum HAM berharap Meneg Pemberdayaan Aparatur Negara memprioritaskan penerimaan pegawai untuk petugas sipir Lapas dan Rutan. Jumlah sipir saat ini dinilainya berbanding jauh dengan jumlah warga binaan.
"Perbandingannya 1 berbanding 75 dan sangat kurang sekali dengan jumlah warga binaan," kata Akbar Minggu malam. "Kita berharap prioritaskan tambahan tenaga sipir pada Menpan," imbuhnya.
Di tempat yang sama, Dirjen Pemasyarakatan Depkumham RI Untung Sugiyono mengatakan, di tahun 2006 pihaknya sempat meminta tambahan 10 ribu sipir ke pemerintah pusat. Jumlah tersebut rencananya akan disebar ke seluruh Indonesia.
"Penambahan tidak sekaligus, bertahap. Sampai saat ini pun belum mencukupi," paparnya. "Idealnya petugas lapas 1 banding 25," sambungnya.
Seorang narapidana kasus pembunuhan Rasit Darwis, melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, sekitar pukul 15.30 WIB, Minggu sore(20/11/2009).Satu petugas lapas terluka akibat tembakan pistol yang diduga dari pembesuk yang membantu napi kabur.
(ern/ern)











































