Pada Rabu (9/12/2009) lalu, Kepala Sub Bagian Bedah Plastik RSHS Dr Hardi Siswo Soedjana kecolongan barang-barang berharga yang biasa dibawanya ketika bertugas.
Kejadian berawal ketika dirinya masuk ruangan kerjanya dan menyimpan properti praktinya di meja ruang tamu yang berada di sebelah ruang praktiknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hardi menambahkan, pada hari itu salah satu sekretarisnya sempat melongok ruangannya namun kosong dan melihat tas itu masih ada pukul 11.00 WIB.
"Jam 11.00 WIB itu masih ada katanya. Tapi menjelang siang disana banyak sekali orang keluar masuk. Seperti distributor obat dan peralatan. Tahu-tahu pas saya masuk sekitar jam 13.00 WIB barang-barang saya sudah tidak ada," lanjutnya.
Karena bingung, Hardi pun langsung melapor ke pihak keamanan RSHS. Namun seolah tak digubris, laporan yang disampaikan hanya dianggap angin lalu saja.
"Ketika saya lapor, tanggapannya datar sekali. Hanya dijawab oh..tidak ditanya jam berapa? apa saja yang hilang? Pokoknya seperti tak acuh saja," ujar Hardi kesal.
Keesokan harinya, Hardi melaporkan kasus ini ke Polsekta Lengkong. "Karena di dalamnya kartu kredit dan buku tabungan saya hilang makanya saya lapor polisi," tuturnya.
Hampir dua minggu berselang, barang-barang yang raib masih belum kembali. Menurutnya, kasus seperti ini bukan sekali dua kali terjadi. Namun sudah sering kejadian akibat kurang ketatnya pengamanan pihak rumah sakit.
"Wah, kalau mau ditanya berapa kali, ini sudah sering sekali. Tidak hanya di klinik ini saja. Tapi juga di klinik-klinik lainnya. Yang saya sesalkan kok pihak keamanan rumah sakit terkesan cuek saja dengan kejadian-kejadian semacam ini," ujar Hardi.
(dip/dip)











































