Depdiknas RI Rencanakan Kampus UT dan Sekolah di Lapas

Depdiknas RI Rencanakan Kampus UT dan Sekolah di Lapas

- detikNews
Rabu, 16 Des 2009 20:09 WIB
Bandung - Lapas selama ini diidentikan dengan pengekangan hak sipil para penghuni. Namun, Depdiknas RI rencanakan akan memenuhi hak pendidikan bagi warga binaan yang menghuni lapas.

"Pendidikan rumusnya untuk semua," kata Mendiknas RI M. Nuh, saat bertemu Gubernur Jabar Ahmad Heryawan di Gedung Pakuan, Jalan Otista, Rabu (16/12/2009).

"Siapapun orangnya dan dimanapun ia berada, entah ia orang bebas atau ditahan, maka ia memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan," sambung menteri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk itu, jelasnya, pihaknya merencanakan Universitas Terbuka dan Sekolah sesuai dengan tingkatan yang dienyam warga binaan di Lapas. "Pendidikan formal memungkinkan bagi lapas yang penghuninya 3-4 tahun masa tahanan," paparnya.

Fasilitas pendidikan yang akan didapatkan para warga binaan tersebut nantinya akan disesuaikan dengan warga binaan yang akan melanjutkan jenjang pendidikan. Ia mencontohkan, warga binaan yang baru lulus SMA dapat melanjutkan jenjang pendidikan melalui Universitas Terbuka.

"Sehingga ketika mereka telah menyelesaikan massa tugasnya di lapas ada ijazah tertentu yang ia dapatkan," imbuhnya.

Sebelumnya menteri telah mengunjungi lapas Cipinang, Sukamiskin, dan lapas anak di Tanggerang.

Di tempat sama, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan akan menyambut rencana 'Education for All' yang digagas Mendiknas.

"Baru rencana besar mungkin percontohannya di Lapas Sukamiskin, nanti dikoordinasikan dengan Disdik untuk melakukan pendataan," kata Heryawan.

"Pelaksanaa real Juni 2010," imbuhnya.

(ahy/ema)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini