"Kita lihat dong tujuannya apa, ini kan untuk menghilangkan penyakit filariasis, jadi kita akan teruskan program ini," ujarnya kepada wartawan usai Pertemuan Lintas Sektor Program Eliminasi Filariasis di Gedung Pertemuan Moch Toha, Jalan Raya Soreang, Selasa (15/12/2009).
Menurutnya penyakit filariasis ini seperti bom waktu. Selain berbahaya kepada kesehatan, juga akan berdampak pada ekonomi dan sosial masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait insiden kaki gajah di Kabupaten Bandung yang diduga menimbulkan kematian 8 warga dan seribuan orang terkena efek samping, Endang menyatakan dirinya hanya akan berpegang pada hasil penyelidikan.
"Berdasarkan penyelidikan, kematian warga tak ada hubungannya dengan pengobatan filariasis, jadi saya berpegang pada itu," tegasnya.
Endang juga menandaskan tak kan mengganti jenis obat ataupun dosis yang akan diberikan.
Di tempat yang sama, Direktur Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Direktorat Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Rita Kusriastuti mengatakan pada 2010 nanti, ada 98 kabupaten dan kota di Indonesia yang akan menjalani pengobatan massal dengan cakupan 57 juta orang.
(ern/ern)










































