"Berita yang menyebutkan saya akan main film, itu salah besar dan tidak sesuai dengan fakta," ujar Dede Yusuf melalui surat elektronik yang diterima detikbandung.
Dede sempat bertolak ke Jatim mengunjungi situs Majapahit, bersama Wagub Jatim Syaifullah Yusuf (Gus Ipul). Selanjutnya kedua wagub tersebut sepakat untuk bersama-sama melakukan riset termasuk soal Perang Bubat dan mewujudkan pembuatan filmnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejak jadi Wagub saya sudah berkomitmen tidak akan main film atau sinetron lagi. Membintangi iklan komersial juga sudah dihentikan. Jadi, saya heran dan kaget diberitakan akan membintangi Film Perang Bubat," kata Dede.
Dijelaskan Dede, proyek Film Bubat digagas bersama Pemprov Jabar dan Pemprov Jatim. Budayawan dan sejarawan dari Sunda dan Jawa sudah bertemu dua kali, yaitu di Purwakarta (Jabar) dan Mojokerto (Jatim).
"Kajian ilmiah dan budaya terus dilakukan oleh kedua Pemprov. Program ini dapat sokongan penuh Menbudpar Jero Wacik. Pemerintah pusat minta agar dibuat film daerah yang mengangkat khasanah budaya bangsa sekaligus jadi media promosi ke dunia internasional," jelas Dede.
Wagub memastikan Film Perang Bubat tidak ada hubungannya dengan latar belakang dirinya sebagai bintang film. Tapi semata-mata demi mengangkat kekayaan budaya Sunda yang mulai luntur di kalangan generasi muda.
"Anak-anak muda kita terancam tercerabut dari akar budaya Sunda. Mereka tidak mengenal lagi Kujang, Gobang, Iket Barangbang Sempak, duduk sila, pakaian adat Sunda, dan cerita kepahlawanan tokoh-tokoh Sunda," jelas Wagub Dede Yusuf.
(lom/lom)










































