Jelang Natal dan Tahun Baru, pengelola tempat hiburan dan mal di Bandung diimbau waspada terjadinya kebakaran. Pengelola harus menyiapkan alat pemadam api ringan (APAR) serta memeriksa berfungsi atau tidaknya tangga darurat.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Prijo Soebandono mengatakan pengelola tempat hiburan dan mal harus antisipasi sejak dini.
"Tempat hiburan dan mal harus antisipasi sejak dini, kebakaran tak dapat diduga. Seperti pada perayaan tahun baru, suka ada kembang api atau mercon, yang bisa saja menyebabkan kebakaran. Kita tidak tahu percikan apinya akan mengenai genting atau tidak," ujar Prijo usai Simulasi Kebakaran di Istana Plaza, Jalan Pasir Kaliki, Senin (14/12/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, seharusnya setiap tempat hiburan tak hanya memiliki satu pintu untuk keluar masuk. "Di Bandung, rata-rata tempat hiburan itu hanya satu pintu untuk keluar masuk. Ini akan membuat proses evakuasi atau petugas damkar kesulitan jika terjadi kebakaran," jelasnya.
Prijo juga berpesan pada para pengunjung, agar jangan panik jika terjadi kebakaran. "Jangan gunakan lift, karena kan kalau kebakaran itu listrik suka mati, jadi nanti malah terjebak," imbau Prijo.
Menurut Petugas Resque Diskar Bandung Ferri Yoga, pada saat Natal dan Tahun Baru kemarin tak terjadi kebakaran di tempat hiburan ataupun mal di Bandung. "Ya ini hanya antisipasi saja," katanya.
Sementara itu Manajer Operasional Istana Plaza Sri Prayogio menyatakan pihaknya sudah menyiapkan sejak dini jika terjadi kebakaran. "Ya salah satunya dengan digelarnya simulasi ini," katanya.
Mal IP, kata dia, ada lima hidran di setiap lantai. Total lantai IP ada 6. Pintu darurat ada tiga. "Pengunjung jika weekday sekitar 15 ribu hingga 20 ribu dan weekend bisa mencapai 20 ribu hingga 30 ribu," ungkapnya.
(ern/ern)











































