"UN kan ada enam mata pelajaran yang diujikan. Semisal seorang siswa lima mata pelajaran mendapat nilai 10 tapi satu mata pelajaran dapat nilai dua otomatis dia tidak lulus. Ini artinya tidak fair kan," tuturnya ketika dihubungi detikbandung melalui telepon selularnya Sabtu (12/12/2009).
Iwan menambahkan, sistem ini menandakan pemerintah kurang jeli dalam mencari pengukur kualitas pendidikan nasional. "Kecerdasan siswa tidak hanya diukur dari satu bidang saja. Kalau karena satu pelajaran nilainya jelek jadi tidak lulus ini tidak proporsional namanya," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(dip/dip)










































