Penilaian UN Sekarang Tidak Proporsional

Penilaian UN Sekarang Tidak Proporsional

- detikNews
Sabtu, 12 Des 2009 13:25 WIB
Penilaian UN Sekarang Tidak Proporsional
Bandung - Sistem penilaian Ujian Nasional (UN) yang selama ini diterapkan dengan menggunakan standar kelulusan minimal yang ditetapkan pemerintah dinilai Sekretaris Jenderal Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) Iwan Hermawan tidak proporsional.

"UN kan ada enam mata pelajaran yang diujikan. Semisal seorang siswa lima mata pelajaran mendapat nilai 10 tapi satu mata pelajaran dapat nilai dua otomatis dia tidak lulus. Ini artinya tidak fair kan," tuturnya ketika dihubungi detikbandung melalui telepon selularnya Sabtu (12/12/2009).

Iwan menambahkan, sistem ini menandakan pemerintah kurang jeli dalam mencari pengukur kualitas pendidikan nasional. "Kecerdasan siswa tidak hanya diukur dari satu bidang saja. Kalau karena satu pelajaran nilainya jelek jadi tidak lulus ini tidak proporsional namanya," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Iwan, idealnya penilai UN seharusnya digabung dengan nilai proses. "Nilai proses disini bisa diambil dari rata-rata rapot. Jadi bisa benar-benar tahu kualitas masing-masing siswa," tandas Iwan.
(dip/dip)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini