Industri kreatif yang dimiliki Bandung sebagai salah satu media belajar untuk para calon wirausahawan tersebut. ASEANpreneurs adalah organisasi mahasiswa yang didedikasikan untuk mempromosikan enterpreneurship di kawasan ASEAN. Untuk AYLE yang ke-2 hasil kerjasama dengan Universitas Bina Nusantara dan NUS Enterpreneurship Society di Singapura.
Tahun sebelumnya, AYLE digelar di Singapura. Acara digelar dari tanggal 7-12 Desember dengan Bandung sebagai kota tujuan terakhir. Setidaknya ada 50 mahasiswa dari berbagai negara di Asia seperti Indonesia, Singapura, Malaysia, Brunei Darusslam, Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina dan Myanmar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Event ini, lanjut Cosmos, berupa sharing industri kreatif di Indonesia yang dilakukan mahasiswa se-ASEAN. Menurutnya, Bandung sebagai salah satu simbol kota kreatif pun menjadi tujuan kunjungan mahasiswa karena dirasa cocok dengan program AYLE.
Selain Bandung, khususnya Helarfest dan Batik Fractal, peserta AYLE sebelumnya berkunjung pada sebuah stasiun televisi swasta, perusahaan periklanan dan mengikuti seminar-seminar kewirausahaan yang dilakukan di Universitas Bina Nusantara.
Pembicaranya antara lain Industri Animasi dan Film Wahyu Aditya, pendiri Hellomotion, Sakti Parenteen sebagai Executive Producer FIctionary Media Technology, Iim Fahima, pendiri Virus Communication dan banyak lagi.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Ridwan Kamil, Ketua Bandung Creative City Forum (BCCF) mengatakan dengan kedatangan AYLE bisa kesempatan membangun jejaring. Untuk membangun masa
depan diperlukan kolaborasi.
"Ini adalah kesempatan untuk jajaki kolaborasi dengan negaar-negara ASEAN," ujarnya.
(ema/dip)










































