Chef Editor Salamadani Publishing Tasaro GK menyatakan pihaknya menduga kuat pelakunya bukan orang iseng, namun pihak yang terganggu isi buku itu.
"Kalau memang mau mencuri buku saja, kenapa tidak ngambil yang sudah jadi? Kenapa drafnya?," ujarnya saat dihubungi detikbandung, Kamis (10/12/2009).
Rencananya Buku Api Sejarah Jilid II akan diterbitkan pada Februari 2010 mendatang. Namun dengan adanya kejadian ini, penerbit belum mengetahui kapan buku ini bisa diluncurkan.
Pada buku Api Sejarah jilid dua ini, Mansur membahas tentang deislamisasi melalui upaya menghapus peran umat Islam dari berbagai rangkaian sejarah di Indonesia sejak masa orde lama sampai masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Sementara pada buku jilid I, mengupas dari sudut pandang bagaimana pengaruh Islam dan ulama dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Buku ini diakui penerbitnya menimbulkan kontroversi.
Mansur menuliskan tentang kapan masuknya Agama Islam ke Indonesia. Menurut Prof Dr Buya Hamka dan KRH Abdullah bin Nuh, Islam sebenarnya sudah masuk nusantara pada abad ke-7. Bukan abad ke-13 dan setelah runtuhnya kerajaan-kerjaan Hindu dan Buddha seperti banyak ditulis dalam buku sejarah.
Sebab, pada abad ke-7 berdasarkan Berita China Dinasti Tang sudah ada masyarakat di pesisir barat Sumatera yang beragama Islam dan ditemukannya nisan ulama Syaikh Mukaiddin di Baros, Tapanuli. Dan, keruntuhan kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha bukan akibat dominasi kerajaan Islam, misalnya Kerajaan Majapahit hancur setelah diserang Raja Girindrawardhana dari Kediri bukan oleh Kerajaan Demak.
Mansur juga mengungkapkan fakta-fakta menyengat dan dilupakan tentang sejarah perjuangan organisasi Islam dalam sejarah kebangkitan sampai kemerdekaan. Dia ungkap secara gamblang. Dalam buku itu, dijelaskan istilah nasionalisme dan Indonesia merdeka sebenarnya pertama kali diperkenalkan oleh Central Sjarikat Islam (CSI) pada kongres nasional pertama di Bandung pada 1916.
Soal peringatan Hari Lahir Boedi Oetomo ditetapkan sebagai Hari Kebangkitan Nasional pun digugat Mansur.
(ern/ern)











































