Ditulis Secara Manual, Penerbit Tak Pegang Soft Copy

Draf Buku \'Api Sejarah\' Jilid II Dicuri

Ditulis Secara Manual, Penerbit Tak Pegang Soft Copy

- detikNews
Kamis, 10 Des 2009 15:48 WIB
Ditulis Secara Manual, Penerbit Tak Pegang Soft Copy
Bandung - Dalam menulis, Sejarawan dari Unpad Ahmad Mansur Suryanegara sering menggunakan cara manual. Karenanya, pihak penerbit pun was-was sebab tak memegang soft copy Buku 'Api Sejarah' Jilid II. Mansur sendiri syok saat tahu draf bukunya itu hilang dicuri.

"Draf itu banyak manualnya, fotonya juga ditempel," terang Chef Editor Salamadani Publishing Tasaro GK saat dihubungi detikbandung melalui telepon selulernya, Kamis (10/12/2009).

Karena itu, Tasaro mengaku penerbit saat ini juga dalam keadaan panik, sebab buku yang seharusnya terbit pada Februari nanti masih belum jelas nasibnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Apalagi Pak Mansur, bisa dibilang syok saat tahu draf bukunya hilang," ujarnya.

Penerbit menurutnya masih akan terus berupaya untuk mendapatkan draft buku tersebut. Tasaro meminta pencurinya dapat segera menyerahkan draft buku tersebut. "Tolong kembalikan, kita tidak akan apa-apa," katanya.

Hilangnya draf buku 'Api Sejarah' Jilid II terjadi saat diskusi buku Api Sejarah jilid I di Sukabumi, Rabu kemarin (9/12/2009). Saat Mansur asyik melayani permintaan tanda tangan dari puluhan peserta diskusi, draf buku jilid II yang di simpan di meja hilang.

"Dalam acara itu dia bilang kalau bukunya yang jilid II itu lebih heboh. Banyak pertanyaan yang dijawab di buku itu," ujar Tasaro.

Buku Api Sejarah Jilid I diungkapkan Tasaro memang menarik perhatian pasar, dalam sebulan saja, buku itu telah masuk dalam cetakan kedua. Buku seharga Rp 125.000 itu sudah terjual lebih dari 10.000 buku. (ern/ern)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads