"Draf itu banyak manualnya, fotonya juga ditempel," terang Chef Editor Salamadani Publishing Tasaro GK saat dihubungi detikbandung melalui telepon selulernya, Kamis (10/12/2009).
Karena itu, Tasaro mengaku penerbit saat ini juga dalam keadaan panik, sebab buku yang seharusnya terbit pada Februari nanti masih belum jelas nasibnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penerbit menurutnya masih akan terus berupaya untuk mendapatkan draft buku tersebut. Tasaro meminta pencurinya dapat segera menyerahkan draft buku tersebut. "Tolong kembalikan, kita tidak akan apa-apa," katanya.
Hilangnya draf buku 'Api Sejarah' Jilid II terjadi saat diskusi buku Api Sejarah jilid I di Sukabumi, Rabu kemarin (9/12/2009). Saat Mansur asyik melayani permintaan tanda tangan dari puluhan peserta diskusi, draf buku jilid II yang di simpan di meja hilang.
"Dalam acara itu dia bilang kalau bukunya yang jilid II itu lebih heboh. Banyak pertanyaan yang dijawab di buku itu," ujar Tasaro.
Buku Api Sejarah Jilid I diungkapkan Tasaro memang menarik perhatian pasar, dalam sebulan saja, buku itu telah masuk dalam cetakan kedua. Buku seharga Rp 125.000 itu sudah terjual lebih dari 10.000 buku. (ern/ern)











































