Pada diskusi buku Api Sejarah jilid satu ini, selain dihadiri Ahmad Mansur, juga oleh Wali Kota Sukabumi Muslikh Abdusyukur. Diduga hilangnya draf buku tersebut terjadi saat puluhan orang meminta tanda tangan pada Mansur.
"Seperti biasa setelah acara, banyak yang menghampiri Pak Mansyur untuk minta tanda tangan di bukunya," terang Chef Editor Salamadani Publishing Tasaro GK saat dihubungi detikbandung melalui telepon selulernya, Kamis (10/12/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diungkapkan Tasaro, Mansur memang selalu membawa-bawa draf bukunya itu kemana-mana. "Dalam acara itu dia bilang kalau bukunya yang jilid II itu lebih heboh. Banyak pertanyaan yang dijawab di buku itu," tambahnya.
Saat acara itu, dikatakan Tasaro, Mansur meletakkan bukunya di atas meja. Namun mansyur begitu kaget ketika melihat buku itu sudah tidak ada. "Bisa dibilang Pak Mansyur syok," sambungnya.
Tasaro mengaku penerbit saat ini juga dalam keadaan panik, sebab buku yang seharusnya terbit pada Februari nanti masih belum jelas nasibnya. "karena kami belum punya soft copynya," terangnya.
Buku Api sejarah diungkapkan Tasaro memang menarik perhatian pasar, dalam sebulan saja, buku itu telah masuk dalam cetakan kedua. Buku seharga Rp 125.000 itu sudah terjual lebih dari 10.000 buku. (ern/ern)











































