"Film ini dilarang saya tidak setuju, kenapa dilarang? Toh publik kita sudah baca-baca mengenai yang terjadi di Timor Timur," kata Kiki dalam diskusi yang digelar Aliasi Jurnalistik Independen (AJI) Bandung, usai pemutaran film "Balibo Five" di Gedung Indonesia Menggugat, Jalan Perintis Kemerdekaan, Selasa (8/12/2009).
Mantan Jendral Bintang Tiga yang pernah bertugas di perbatasan Timor Leste-Indonesia itu, mencurigai film yang menceritakan terbunuhnya enam wartawan asal Australia tersebut atas dorongan keluarga korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau mau dibawa ke pengadilan jangan saksi sebelah pihak, harus seimbang," tegasnya.
Selain itu, jelasnya, dorongan lahirnya film karya Robert Connolly juga dikarenakan desakan masyarakat yang menilai Pemerintah Australia tidak melakukan respon terkait tewasnya lima jurnalis dalam peliputan invasi TNI ke Balibo.
"Padahal pemerintah kedua belah pihak telah menyelesaikan permasalahan tersebut. Jurnalis yang tewas karena ketidaksengajaan saat berada di tengah peperangan waktu itu," paparnya yang juga pernah menjadi Panglima Darurat Militer Timor Timur.
(ahy/lom)










































