Ibu yang Diduga Kurang Waras Pecah Konsentrasi Demonstran

Asian Parliamantary Assembly

Ibu yang Diduga Kurang Waras Pecah Konsentrasi Demonstran

- detikNews
Selasa, 08 Des 2009 11:50 WIB
Ibu yang Diduga Kurang Waras Pecah Konsentrasi Demonstran
Bandung - Di tengah-tengah aksi yang dilakukan oleh Komite Aksi Perjuangan Rakyat di Jalan Braga, ada pertunjukan menarik yang dipertontonkan seorang ibu bernama Erna (54). Si ibu berteriak-teriak dengan isi omongan tak jelas. Diduga si ibu mengalami gangguan jiwa.

Peristiwa itu terjadi saat seratusan lebih massa demonstran duduk menunggu pernyataan dukungan dari polisi untuk penuntasan Bank Century. Sebelumnya massa meminta polisi memberikan dukungan atas isu aksi mereka. Polisi diberikan waktu dua menit.

Namun tiba-tiba dari belakang kerumunan demonstran, seorang ibu berteriak lantang "Hanya Tuhan yang bisa menyelesaikan itu semua," teriak ibu berkliut putih yang mengenakan baju terusan biru selutut dan didouble kaus krem.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sontak teriakan si ibu itu membuat para mahasiswa menoleh ke belakang, lalu bertepuk tangan dan koor langsung. Kemudian seorang demonstran berteriak "Lihat masyarakat saja mendukung kita, mau ikut bersuara," teriaknya.

Lalu seorang demonstran memberikan pengeras suara kepada si ibu dan memintanya untuk meneruskan orasi dukungannya terhadap tuntutan penuntasan Bank Century.

Namun ketika si ibu memegang toah, kalimat yang keluar dari mulut ibu itu tak karuan. "ebagai mahasiswa harusnya bangun pagi tak merokok," teriaknya.

"Cepat bubar, ayo segera ke masjid, segera ke gereja. Minta ampunan, hanya Tuhan yang bisa menyelamatkan. No smoking," teriak si ibu lantang.

Kontan teriakan si ibu membuat para demonstran kebingungan. Beberapa di antara mereka berbisik kepada temannya. "Wah si ibu teh gila kayanya," bisik seorang demonstran menahan tawa.

Para wartawan yang tengah mengabadikan gambar sejak si ibu berteriak pertama kali pun akhirnya tersenyum dan menjauh. "Cepat bubar, cepat bubar. Polisi tidak tahu apa-apa, kasihan," seru si ibu itu. Kemudian seorang mahasiswa mengambil pengeras suara di tangan si ibu.

Untuk mengalihkan kembali perhatian, para massa kembali berteriak-teriak "Revolusi, revolusi," teriak massa. Namun seolah tak mau kalah, si ibu pun terus berteriak meski tanpa toah di tangannya.

"Saya ini warga Braga, saya lahir di sini, saya orang Bandung, saya WNI," ujar si ibu kepada wartawan.

Akhirnya massa demonstran bisa terus merangsek ke depan, hingga tepat di mulut perempatan Jalan Braga-Naripan. Polisi sendiri berjaga di depan Bank Jabar Banten. Saat mobil tank baja yang dinaiki beberapa polisi melintas di Jalan Naripan, massa menyoraki polisi itu. (ern/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini