Polwan Tahan Langkah Demonstran di Braga

Asian Parliamentary Assembly

Polwan Tahan Langkah Demonstran di Braga

- detikNews
Selasa, 08 Des 2009 10:59 WIB
Polwan Tahan Langkah Demonstran di Braga
Bandung - Untuk menahan gerakan demonstran yang ingin menuju Gedung Merdeka tempat digelarnya Asian Parliamentary Assembly (APA), polisi menurunkan barisan polwan. Cara ini cukup efektif menahan massa.

Dari lima aksi demonstrasi yang menyambut kedatangan SBY ke Bandung untuk membuka APA, yang terdekat dengan Gedung Merdeka adalah aksi di Jalan Braga.

Aksi ini dilakukan 100 orang yang menamakan dirinya Komite Aksi Perjuangan Rakyat, yang merupakan gabungan BEM di Bandung, Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan ormas seperti Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dituturkan salah seorang koordinator aksi, Ahmad, awalnya mereka berencana memulai aksi dari STHB di Jalan Cihampelas. Namun karena jalur tersebut sudah terbaca polisi yang ditandai dengan ketatnya penjagaan, mereka mengubah jalur dengan memulai dari kampus UNISBA. Dari sana mereka melewati Jalan Wastukencana dengan melawan arus lalu-lintas.

"Tidak ada penjagaan di sana, baru di sini polisi menghadang kami," ujar Ahmad.

Awalnya konvoi mereka yang berjalan sambil berbaris memegang tali, sangat lancar hingga di Braga. Mereka kemudian dihentikan sektiar 100 polisi di depan Toko kacamata Kasoem Optical.

Massa ingin melanjutkan perjalanan mendekati Gedung Merdeka yang hanya berjarak sekitar 500 meter, namun ditahan polisi. Sempat terjadi dorong-dorongan, tetapi tidak sampai ada tindakan kekerasan.

"Tidak ada kekerasan, tidak ada kekerasan," teriak kedua pihak. Jarak polisi dan demonstran pun hanya satu meter.

Sekitar 25 polisi wanita berada di barisan terdepan polisi. Sementara seratus polisi pria di berbaris di belakang mereka, dan masih disiapkan juga satu lapis lagi sekitar 100 polisi.

Akibat aksi demonstrasi ini, Jalan Braga ditutup. Para demonstran hanya bisa berorasi, tanpa ada upaya menerobos barisan polisi wanita di depannya.
(lom/lom)


Berita Terkait