"Para pembuat tahu dan tempe di Bandung banyak yang mengeluh karena target produksinya tidak terpenuhi," ujar Usep saat dihubungi detikbandung melalui telepon selularnya, Senin (7/12/2009).
Menurut Usep kelangkaan kedelai ini sudah terjadi sejak empat hari lalu. "Kedelai di Bandung saat ini sedang langka. Karena kedelai didatangkan dari luar negeri seperti Cina, Belgia dan Amerika. Sementara di Jabar sendiri tidak ada petani kedelai," jelas Usep.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan kondisi tersebut, pembuat tahu dan tempe harus mengurangi kapasitas produksinya. "Misalnya, satu pembuat biasa mengolah 1 kwintal kedelai per hari. Sekarang paling jadi setengahnya," ujar Usep.
Para pedagang tahu dan tempe di Bandung, kata Usep, banyak yang mengeluhkan kondisi ini. "Sejauh ini para produsen tahu dan tempe masih produksi, hanya saja jumlahnya tidak sebanyak biasa. Akibatnya tidak sedikit pedagang yang turut mengeluh," terang Usep.
Menurut Usep, faktor lain yang menyebabkan kelangkaan ini karena sibuknya para petani di negara-negara penghasil kedelai untuk mempersiapkan natal dan tahun baru.
"Pasca tahun baru 2010 nanti, saya memprediksi suplai kedelai akan kembali normal," tandasnya.
(dip/avi)











































