"Hal tersebut merupakan kesungguhan Pemprov Jabar menyambut implementasi e-Procurement pada 2010, yang saya canangkan 100 persen seluruh lelang melalui LPSE. Hal itu kita harapkan mampu menekan kebocoran dan meningkatkan efisiensi anggaran. Khususnya mendorong akuntabilitas dan transparansi pelaksanaan anggaran," ujar Gubernur Jabar Ahmad Heryawan yang dikutip dalam siaran persnya yang diterima detikbandung, Sabtu (5/12/2009).
Menurut Heryawan nilai efisiensi yang diperoleh dari implementasi e-procurement cukup signifikan. Berdasarkan laporan LPSE Jabar, dari sisi anggaran, dalam proses lelangnya tiap paket mampu menghemat Rp 3 juta. Maka dari 692 paket yang telah dilelangkan diperoleh efisiensi sebesar Rp. 2.076.000.000.
Sedangkan dari sisi Rekanan mampu menghemat biaya proses lelang berkisar antara Rp 4 juta sampai dengan Rp 7 juta untuk setiap paketnya.
Begitu juga dengan sinyalir kebocoran, dengan LPSE menekan kebocoran hingga mendekati βzeroβ. Sementara bila melalui proses manual, kebocoran mencapai 30 persen.
"Dengan demikian selain mencegah kebocoran juga dapat menghemat pengeluaran baik penyelenggara maupun rekanan," ujar Heryawan.
(ern/ern)











































