Kasus pejambretan kian marak di Bandung. Dalam seminggu terakhir, jajaran Polresta Bandung Tengah mengungkap tiga kasus pejambretan yang semua korbannya wanita.
Pada 2 dan 3 Desember 2009, polisi menciduk empat tersangka di lokasi berbeda. Dua jambret tertangkap di Jalan Cendana usai merampas tas milik wanita yang menggunakan motor.
Esok harinya, dua jambret babak belur dihajar massa setelah berusaha kabur di Jalan Diponegoro. Lagi-lagi, wanita yang mengendarai motor menjadi korbannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(5/12/2009).
Menurut Supartha, para pejambret ini semakin nekat dengan beraksi di siang hari. Namun, diringkusnya para pejambret itu karena korbannya cepat bereaksi dan kesigapan petugas quick respon saat berada di lapangan.
"Warga Bandung agar lebih waspada. Terutama wanita. Sebab, pejambret mengincar wanita untuk menjadi korban," jelasnya.
Keempat tersangka yakni Fahrizal, Agus, Gunawan dan Endang, dijerat pasal 365 KUH Pidana tentang pencurian dengan kekerasan. Mereka terancam hukuman di atas lima tahun penjara.
Sebelum dua kasus tersebut, peristiwa pejambretan terjadi di Jalan Ciliwung. Polisi berhasil mengamankan seorang pelakunya yang merupakan oknum TNI.
Selasa (1/12/2009), sekitar pukul 13.00 WIB, D Adiputra, oknum TNI AD menjambret handphone milik dua wanita di Jalan Ciliwung, tepatnya di depan Gereja Kristen Protestan Indonesia.
Naas, saat dia melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor usai menjambret, dia menabrak pohon sehingga pegelangan kaki sebelah kiri patah dan harus dilarikan ke RS Halmahera Siaga.
(bbp/avi)











































