"Sekarang difokuskan produk turunan. Jadi tidak hanya rempah," kata Anton Susanto, Sekretaris Harian KUKMI (Kelompok Usaha Kecil Menengah Indonesia) Jabar, saat ditemui di festival.
Pada Spice Fest 1 yang digelar 2007 lalu, sekitar 30 lebih peserta terlibat dalam even khusus rempah. Begitu pula dengan Spice Fest 2 pada 2008, yang menghadirkan 76 peserta penghasil dan pebisnis rempah di seluruh Jabar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak jauh berbeda dengan pameran-pameran produk makanan yang banyak terselenggara, Spice Fest kali ini dijejali dengan para produsen makanan dan pakaian dari kelas usaha kecil-menengah. Bahkan tak ada satu pun stand yang khusus rempah. Stand jamu pun tak terlihat.
Penyelenggara turut mengundang koperasi dan pihak terkait lainnya dalam menunjang para pegiat usaha kecil-menengah tersebut, antara lain stand Packaging Clinic dari DKV Itenas, Poktan Pangalengan dengan produk pertanian, Awug Beras Cibeunying Putra, dan Dinas Perindag Jabar.
"Peserta lebih memiliki kesempatan untuk menghadirkan produknya. Dengan jangkauan terbatas, di sini mereka punya kesempatan untuk dilihat masyarakat banyak. Sehingga terjadi interaksi komunikasi," jelas Anton.
Acara digelar dari pukul 09.00 WIB hingga sore pukul 17.00 WIB. Selain pameran produk makanan dan UKM, turut digelar Spice Mart, Spice Expo, Spice Carnivale, Spice Jazz, dan Spice Work.
(ahy/ern)










































