Dalam 2,5 jam Cockpit menghibur penikmat musik art rock Bandung dalam "The Grand Parade of Genesis". Tampil maksimal, kelompok musik yang digawangi Oding Nasution (Lead Guitar), Raidy Noor (Bass), Yaya Moektio (Drum), Krisna (Keyboard), dan Ari Safriadi (Lead Vocal), berhasil mengajak penonton mengingat masa keemasan musisi art rock asal Britania Raya, Genesis, di era 70an.
Enam belas lagu disajikan kepada 200 penonton yang memadati ruang Balai Pertemuan Bumi Sangkuriang, Jalan Kiputih. Hentakan double pedal Yaya dalam komposisi Behind the Line membuka pertunjukan yang mayoritas disesaki ABG (Angkatan Babeh Gue). Meski demikian, tak sedikit muda-mudi yang hadir dalam pertunjukan yang digelar oleh Bumi Sangkuriang dan D&H enterprise tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cul De Sac yang dirangkum dalam album Duke pada tahun 1980 rupanya mampu menurunkan suasana ruangan yang sebelumnya hingar bingar dengan sajian Abacab dan Land of Confusion. Interaksi penonton terlihat ketika penonton turut menyanyikan lirik lagu tersebut.
"Far below, where shadows fester as they grow, An army thousands strong, obsessed by right and wrong, They sense their time is coming near. So they turn towards the light from their region of the night, Marching on and on, They near the air, it won't be long," petikan lirik Cul De Sac.
Kebersamaan dalam mengiringi Cockpit juga terlihat saat In the Cage diperdengarkan. Supper's Ready, yang disebut Ari sebagai masterpiece Genesis, tak luput dalampertunjukan tersebut. Lagu berdurasi 24 menit dengan 6 lembar lirik dimainkan apik poleh masing-masing personel.
Dalam Catatan biografi Genesis disebutkan, saking panjangnya Supper's Ready dibagi ke dalam tujuh bagian. Sejumlah tema dari lirik yang dimiliki Genesis menyusup dalam tiap melodi yang dimainkan.
Bagi Odink, sang gitaris, malam pertunjukan tersebut terkesan menakjubkan. Walaupun beberapa kendala teknis ia temukan dalam permainan 2,5 jam di atas panggung minimalis dan multimedia yang alakadarnya.
"Ya kalau dibandingkan dengan dulu, jelas ramai dulu. Mungkin sekarang mereka sudah pada tua," kata Odink usai pertunjukan.
Pertunjukan ditutup dengan Cinema Show yang ditelurkan dalam album kelima dari kelompok musik yang telah berdiri sejak tahun 1969 tersebut. (ahy/lom)











































