Sekjen Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) Iwan Hermawan kecewa dengan pernyataan Mendiknas M Nuh yang tetap akan melaksanakan Ujian Nasional (UN). Dia berharap masalah UN bisa dibicarakan dahulu dengan duduk bersama antara pakar pendidikan, organisasi profesi guru, dan legislatif.
"Sebagai orang baru, semestinya rembuk bersama dengan berbagai elemen dari pendidikan seperti organisasi keprofesian guru, dosen, pakar pendidikan, dan dari legislatifnya," kata Iwan saat ditemui di depan Gedung Sate, Rabu (2/12/2009).
Menurut Iwan jika UN tetap dilaksanakan, dia menyarankan jika nama UN diganti. Materi soal tetap dibuat oleh pusat, namun penilaian kelulusannya diserahkan ke sekolah masing-masing. Nanti baru nilainya diakumulasikan dengan nilai ujian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Iwan mengatakan, alasan pihaknya menolak UN karena pemerintah belum menstandarkan sarana prasarana sekolah dan kualitas guru. Bila hal tersebut sudah dilakukan, menurut Iwan, boleh saja dilakukan UN.
"Tapi kan di kita belum seperti itu. Sekolah harus memiliki lab kimia, fisika, biologi, bahasa, IPS. Kualitas guru juga harus S1 dan bersertifikasi. Pokoknya kami ingin duduk bersama untuk ada solusinya," tegas Iwan.
(avi/ern)











































