Dituturkan Heryawan, dari total penduduk sekitar 40 juta jiwa, hingga November 2009 ada 4.929 kasus HIV/AIDS di Jabar, dengan rincian 1.930 pengidap HIV dan 2.999 AIDS.
"Tingginya angka ini wajar, karena jumlah penduduknya pun paling banyak," ujar Heryawan dalam peringatan Hari AIDS Sedunia di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, Selasa (1/12/2009).
Dituturkan Heryawan, faktor yang sangat besar memberikan kontribusi dalam penyebaran HIV/AIDS adalah seks bebas. Kasus pada bayi sangat kecil yakni HIV 27 kasus dan AIDS 58.
Ditambahkan Heryawan, data yang ia peroleh dari Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), 9 juta laki-laki di Indonesia adalah pelanggan penjaja seks komersial (PSK).
"Entah berapa persennya penduduk Jabar. Ini fakta bahwa seks bebas itu besar," ujarnya.
Untuk menangani HIV/AIDS, Pemprov Jabar telah mengujurkan Rp 2,5 miliar di tahun 2009. Sementara untuk 2010, anggarannya akan dinaikkan.
"Anggaran yang lebih besar tidak akan masalah. Bahkan sampai 5,5 miliar pun tidak masalah," tambahnya.
(lom/lom)











































