Seperti dikatakan salah satu pedagang atribut partai Kurnadi, dalam satu kali Musda yang diikutinya, omset dagangannya lebih dari Rp 1 juta.
"Tergantung kondisinya, saat musda kalau sepi minimal dapat satu sampai dua juta, kalau munas bisa sampai Rp 10 juta," ujarnya kepada wartawan saat ditemui di sela-sela Musda Pemilihan Ketua DPD I Golkar Jabar, Minggu (29/11/2009) di Hotel Savoy Homann.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita jualan daftar ke panitia, biasanya panitia dapat 10 persen dari omset, tapi tergantung kesepakatan. Ada juga yang gratis ke panitia, tapi bayar meja ke hotel," jelas Kurnadi.
Kurnadi juga harus menyiapkan akomodasi sendiri, mulai dari ongkos hingga penginapan. "Namanya juga usaha, jadi risiko keluar ongkos. Kalau di Bandung ini saya ada keluarga. Jadi dari Jakarta hanya bawa kendaraan dan barang saja," tutur Kurnadi.
Hal senada juga dikatakan Ani, omset yang bisa dia dapatkan dalam satu kali berjualan bisa mencapai Rp 1 juta hingga Rp 15 juta.
"Omset tergantung barang dagangan yang kita bawa, kalo bawa jas gini bisa sampai 15 juta," ujarnya.
Ani mengaku telah berjualan atribut partai selama 12 tahun. "Saya jualan udah lama, 12 tahun. Tapi saya buka toko juga di pasar senen, jualan khusus atribut partai, organisasi, dan asosiasi," tuturnya.
(avi/ahy)











































