Dalam satu rumah bertingkat dua di Gang Madrasah No 23, Kelurahan Babakan Kecamatan Babakan Ciparay, Enok tinggal bersama 9 orang anggota keluarganya yang lain.
Di rumah tersebut Enok tinggal dengan suaminya Ipin Arifin (50), ibunya Aci Sutarsih (82), 3 orang anak, 1 orang menantu dan 3 orang cucu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun hingga kini petugas puskesmas yang mendatanginya itu belum memberi kabar atas hasil pemeriksaan darah keluarganya itu. "Katanya mau ngasih tahu, tapi belum ada kabarnya sampai sekarang," ujarnya.
Enok mengaku, lingkungan di rumahnya itu memang banyak nyamuk, hal itu dikarenakan banyaknya selokan yang berada di rumahnya. "Rumah ini dikurilingan (dikelilingi-red) selokan jadi banyak nyamuk," katanya.
Enok yang tinggal di rumah tersebut sejak 16 tahun lalu itu setiap malamnya harus menyalakan obat nyamuk bakar untuk mengusir nyamuk-nyamuk tersebut.
Penyakit tersebut sudah dideritanya sejak tahun 2005. Awalnya ia tidak menduga kalau dia terserang kaki gajah, ia menganggap kalau itu hanya penyakit kulit biasa.
Hasil tes darah yang pernah dijalaninya tahun 2008 lalu menunjukan Enok negatif menderita Filariasis. Namun, dokter yang memeriksa Enok di RSHS Bandung menggolongkan penyakitnya ke dalam Filariasis atau Limfedema. (tya/avi)










































