"Obatnya mahal, 10 tablet untuk 5 hari harganya Rp 80 ribu. Karena nggak mampu ya nggak saya terusin," ujarnya.
Kini kaki kanannya mulai membesar, ia kemudian kembali memeriksakan diri ke RSHS dan dirawat 9 hari lamanya. Namun selama dirawat, Enok mengaku tidak ada tindakan medis yang dilakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Enok menuturkan, penyakit yang menderitanya tersebut sudah mulai dirasakan sejak tahun 2005. Awalnya ia haya mengira pembengkakan di kakinya tersebut karena penyakit kulit biasa dan kemudian makin membesar.
Tahun 2008, Enok memeriksakan penyakit yang dideritanya ke RSHS Bandung atas ajakan sanak saudaranya. Dari hasil tes darah, ia dinyatakan negatif menderita kaki gajah atau Filariasis. Namun, Dokter menyatakan penyakitnya tersebut masuk ke dalam golongan Filariasis atau Limfedema.
(tya/ahy)











































