Penjualan Daging Sapi di Pasar Tradisional Merosot

Penjualan Daging Sapi di Pasar Tradisional Merosot

- detikNews
Sabtu, 28 Nov 2009 10:22 WIB
Penjualan Daging Sapi di Pasar Tradisional Merosot
Bandung - Sehari pasca Idul Adha, Sabtu (28/11/2009) penjualan daging sapi dan daging kambing di sejumlah pasar tradisional di Bandung sepi pembeli. Meski sudah diprediksi sebelumnya, para pedagang tetap berjualan.

Seperti dituturkan Komarudian (50), penjual daging sapi di Pasar Andir. Menurutnya setiap musim kurban, sehari hingga dua hari setelahnya penjualan daging pasti merosot tajam.

"Makanya biasanya kami tidak jualan. Tapi untuk tahun ini, hanya kemarin tidak jualan, sekarang coba buka," ujarnya. Harga daging sapi yang dijual Komarudin masih sama sebelum Idul Adha antara Rp 56 -Rp 58 ribu per kilogram.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pendapat senada diturutkan Wahyudin (35), yang juga menjual daging sapi di Pasar Andir. Menurutnya penjualan daging sapi Idul Adha kali ini jauh lebih merosot ketimbang tahun lalu. Dimana tahun lalu, sehari pasca Idul Adha sampai pukul 09.30 WIB Wahyudin biasanya sudah mendapatkan 3-4 pembeli.

"Sekarang satu saja tidak ada," keluhnya.

Namun Wahyudin memperkirakan Senin mendatang penjualan akan kembali normal karena aktivitas masyarakat sudah kembali normal termasuk pedagang bakso yang membutuhkan daging sapi.

Sementara Andi Sutomo (34), penjual di Pasar Haur Geulis menyatakan sampai pukul 09.30 WIB dirinya baru mendapatkan dua pembeli. "Biasanya jam segini sudah lima pembeli," ujarnya.

Berbeda dengan pedagang di Pasar Andir, Andi mematok harga daging sapi sampai Rp 60 ribu per kilogram.

Seorang pembeli di Pasar Cihaur Geulis Nurahyati (25) mengatakan dirinya sengaja membeli daging sapi karena bosan dengan daging kambing. "Kebetulan kemarin kita kurban kambing, sudah diolah jadi berbagai makanan, hanya bosan juga jadi coba variasi lain dengan beli daging sapi," akunya.
(dip/ema)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads