Beragam Alasan Warga Berburu Daging Kurban

Idul Adha 1430 H

Beragam Alasan Warga Berburu Daging Kurban

- detikNews
Jumat, 27 Nov 2009 12:28 WIB
Beragam Alasan Warga Berburu Daging Kurban
Bandung - Lebaran kurban menjadi momen bagi beberapa warga untuk berburu daging kurban. Beragam alasan dilontarkan, dari mulai faktor ekonomi sampai dengan sekadar ingin mendapatkan daging berlimpah.

Inah (67), salah seorang warga Citarip Tengah, Kota Bandung, menuturkan, dirinya datang seorang diri ke Masjid Raya Agung Bandung, Jalan Asia Afrika, hanya untuk mendapatkan 4 ons daging kurban yang dibagikan panitia di sana.

"Ini pertama kali datang ke sini. Sebelumnya tidak pernah datang ke sini karena tidak tahu ada pembangian daging," kata Inah yang mengaku berjalan kaki menuju ke Masjid Raya, Jumat (27/11/2009)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Walaupun pembagian belum berlangsung, Inah rela menunggu di Masjid Raya dari pukul 08.00 WIB. Ia mengaku mendapatkan informasi pembagian jatah daging dari tetangganya.

"Kalau mau dapat daging banyak datang asja ke Masjid Agung," kata Inah menirukan ucapan tetangganya.

Nenek dua orang anak ini rela berjalan ke Masjid Raya yang berjarak 5 km dari rumahnya demi mendapatkan daging untuk pemenuhan kebutuhan setiap hari. Sepeninggal suaminya, ia menggantungkan kehidupan dari kedua anaknya yang bekerja serabutan.

"Saya sudah tidak punya suami dan kehidupan bergantung pada anak saya yang tidak punya kerja tetap," tuturnya.

Lain halnya dengan Ratih (51), mengaku sudah setahun lebih ia dan keluarganya tidak mengkonsumsi daging. Apalagi suami yang menjadi tumpuan kehidupan keluarganya menderita sakit keras.

"Setahun lebih kedua anak saya tidak makan daging, jadi saya datang ke sini," kata Ratih yang mengaku berjalan kaki dari rumahnya untuk sampai ke masjid, saat ditemui di Masjid Raya.

Bagi Ratih yang juga warga Citarip, di sekitar tempat tinggalnya tidak ada pembagian hewan kurban. Pemotongan hewan kurban banyak dilakukan masyarakat sekitar di rumah setiap warga yang melaksanakan kurban.

"Kalaupun ada sumbangan (daging) itu dari desa sebelah dan jumlahnya tidak banyak. Lebih banyak tulangnya daripada dagingnya," kata Ratih.

Senada dengan Inah, Parno (62) asal Sumedang menuturkan, kedatangannya ke Masjid Raya sekadar mencari jatah daging kurban. Ia tergiur ucapan tetangganya yang mengatakan jatah pembagian daging di Masjid Raya Bandung selalu berlimpah ketimbang masjid lainnya.

"Meski jauh saya datang juga ke sini," katanya.

Ketiganya hingga saat ini belum memiliki kupon pembagian daging kurban. Ketiganya memilih bertahan di masjid untuk menunggu pembagian kupon yang dikabarkan akan diberikan seusai Shalat Jumat.

Kalau dagingnya ternyata sedikit?

"Kalau dapat juga tetap akan datangi masjid lain biar ada tambahan," ujar Parno (ahy/ahy)


Berita Terkait