Dari 22 hidran yang dimiliki RSHS, seluruhnya berfungsi dan dijamin perawatannya oleh petugas pemadam kebakaran yang memeriksa secara berkala. Hanya yang menjadi masalah saat ini, sumber air hidran tersebut masih menyatu dengan sumber air umum di RSHS.
"Sumber air umum digunakan untuk memenuhi kebutuhan air RSHS, dan sementara ini kebutuhan air untuk hidran juga masih mengambil dari sana. Kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena bisa jadi jika suatu saat terjadi kebakaran, kita kekurangan air karena tidak memiliki sumber air sendiri," ujar staf pengajar Hospital Disaster Plan RSHS dokter Tri Wahyu Murni, usai simulasi kebakaran di RSHS, Kamis (26/11/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak hanya hidran alat pemadam api ringan (APAR) yang dimiliki RSHS juga dicoba saat simulasi. Odih Sutisna yang merupakan petugas keamanan RSHS menuturkan, simulasi yang mereka lakukan sangat berguna.
"Kita sebagai petugas keamanan harus siaga jika kondisi terburuk seperti kebakaran terjadi. Makanya pelatihan pelatihan seperti ini, bukan ajang main-main. Yang penting kita harus menguasai bagaimana cara tercepat dan tepat yang harus dilakukan," ujarnya.
(lom/lom)










































