Untungnya ini hanya simulasi yang digelar RSHS dan Dinas Kebakaran di Klinik Anak RSHS, Jalan Pasteur.
Dalam simulasi tersebut diceritakan, sekitar 100 orang pegawai RSHS yang panik saat ada kebakaran dan berusaha menyelamatkan pasien. Empat boneka yang diibaratkan sebagai bayi, didorong dengan menggunakan tempat tidur dorong. Mereka juga berusaha menyelamatkan dokumen yang berada dalam rak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditemui sebelum pelaksanaan simulasi, staf pengajar Hospital Disaster Plan RSHS dokter Tri Wahyu Murni mengatakan, konsep simulasi kali ini berbeda dengan yang dilakukan pada tahun 2004 lalu.
"Kalau sebelumnya pelatihan kebakaran dibuat dengan sistem semi show, sekarang lebih ke arah reality, seperti kebakaran sesungguhnya," ujar Tri.
(avi/ern)










































