"Ini bukti bahwa pelanggan dan masyarakat percaya terhadap layanan kami. Kami yang pertama kali di dunia meluncurkan paket layanan BB dengan tarif termurah dan per hari," papar Joedi Wisoeda, Vice President XL Central Region kepada detikbandung disela-sela peresmian Xperience Land di Bandung Super Mall (BSM), Rabu (25/11/2009).
Ditambahkan Joedi, pada awalnya pihaknya menargetkan 100.001 pelanggan pada awal layanan BBOne diluncurkan. Namun pada Juni 2009, target tersebut terpenuhi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari angka 200.000 secara nasional, 15 persennya disumbangkan oleh Central Region (Jabar, Jateng dan DIY).
Sebelum layanan BBOne ini diluncurkan, Joedi mengaku pertumbuhan pelanggan Blackberry masih kurang. Dari awalnya 2.000 sebelum layanan BBOne hadir terus melonjak menjadi 9.000 setelah muncul BBOne.
Tak hanya itu, perubahan karakteristik pelanggan juga terjadi. Dari yang awalnya didominasi oleh pelanggan korporat, dalam waktu 6 bulan setelah BBOne dirilis pelangan Blackberry XL didominasi oleh ritel.
"Pada 2009 ada peningkatan 500 persen dengan sehari rata-rata ada 2.000 pelanggan yang registrasi," bebernya.
Di tempat yang sama, R Wicaksono, Manager Direct Sales XL, menambahkan bahwa flexibility tarif harian membuat pelanggan merasa nyaman dan aman dalam berlangganan layanan Blackberry.
Walaupun pada sebenarnya dari data yang mereka miliki, pelanggan Blackberry XL yang melakukan aktifasi layanan Blackberrynya tiap hari sangat sedikit.
"Lucunya mereka ketika ditanya kenapa tidak sekalian saja langganan bulanan, kebanyakan mengaku enggan. Mungkin dengan harian mereka bisa kapan saja dengan mudah berhenti langganan," jelasnya.
Atas pencapaian tersebut, wajar jika XL mengklaim dirinya sebagai nomer wahid di Indonesia sebagai penyedia layanan Blackberry. Pasalnya berdasarkan rilis teranyar dari dua kompetitornya yakni Telkomsel dan Indosat, jumlah pelanggan mereka baru mencapai 180.000 pelanggan.
(afz/ern)











































