"Yang namanya cost politic itu memang ada, seperti pelaksanaan raker atau musda itu kan pakai uang, tapi bukan money politic," jelasnya.
Namun Dada tidak mau menyebutkan berapa banyak uang yang telah ia keluarkan untuk mendukung jalannya menjadi orang Golkar no 1 di Jabar itu. "Ah janganlah kalau itu," ujar Dada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hubungan dukungan yang diberikan pada hari ini dengan pemilihan nanti adalah tergantung seberapa jauh para sepuh ini dekat DPD II," ujarnya.
Diharapkan Dada, para sesepuh dan tokoh Golkar yang mendukungnya itu dapat melakukan pendekatan dengan para pemilik suara (DPD II-red).
"Setelah dari sini bisa saja mereka menelepon ketua DPD Kabupaten A misalnya untuk nitip, kan itu bisa. Dukung atau tidak kan itu urusan yang punya suara. Pragmatis itu bisa macam-macam tidak hanya uang saja," tuturnya.
Sejauh ini dikatakan Dada, dirinya tidak membentuk tim sukses untuk memuluskan jalannya. "Tidak ada tim sukses. Siapa berbuat apa itu tergantung masing-masing saja, karena kembali lagi ini tergantung siapa yang kenal dengan DPD II," tambahnya yang enggan menyebut berapa banyak DPD yang telah menyatakan dukungannya. (tya/ern)











































