Keempat buah tumpeng tersebut adalah simbolisasi empat tergugat yaitu Presiden SBY, mantan Wapres Jusuf Kalla, mantan Mendiknas Bambang Sudibyo, dan mantan Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan Bambang Soehendro.
Pemotongan tumpeng dilakukan oleh Riana Yaumil Azmi dari SMAN 9 Bandung, dan 3 tumpeng lainnya dipotong oleh perwakilan dari FGII. Kemudian potongan tersebut diberikan oleh siswa kepada guru dan dari guru kepada siswa. Setelah itu mereka melakukan doa bersama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan ditolaknya UN oleh MA, adalah suatu kemajuan berati untuk dunia pendidikan di Indonesia. Karena selama ini, UN selalu menjadi penghalang bagi siswa, guru, maupun orang tua siswa di setiap menjelang kelulusan," ujarnya di Gedung Indonesia Menggugat, Jalan Perintis Kemerdekaan, Rabu (25/11/2009).
Iwan menambahkan, dengan adanya putusan ini, dia berharap UN tidak diselenggarakan lagi di tahun-tahun mendatang.
"Kami berharap UN tidak diselenggarakan lagi. Sehingga kualitas pendidikan di Indonesia bisa kembali ke hakekatnya. Bukan diukur oleh ujian yang hanya sepekan saja," harap Iwan.
Sebelum acara dimulai pada pukul 11.00 WIB, seorang siswa SD Banjarsari kelas 3 Sigrid Minerva membacakan puisi karangan Prof Dr Winarno Surahmat yang berjudul 'Melahirkan Kembali Indonesia raya'.
(avi/ern)










































