Hal tersebut dikatakan Patrick Surgelos, salah seorang peneliti dari Laboratory of Aquaculture and Artemia Refererence Center Ghent University Belgium dalam acara Internasional Conference and Exhibition on Science and Technology in Biomass Production 2009 di aula Barat ITB, Jalan Ganesha, Rabu (25/11/2009).
"Ikan banyak ditemukan di belahan dunia manapun, biayanya murah, dan manfaat yang dapat diperoleh sangat banyak. Banyak produk bioindustri yang diolah dengan menggunakan ikan," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini sebenarnya lucu, karena yang dikedepankan adalah penggunaan bahan non sintetik. Namun kita lupa untuk menjaga kelestarian alam sendiri," ujarnya.
Sekarang, ujar Patrick, saatnya para pebisnis di bidang bioindustri memikirkan cara agar ikan yang mereka gunakan tidah punah.
"Seharusnya para pebisnis itu tidak sekadar menangkap ikan yang mereka perlukan untuk bahan baku industrinya, namun juga membudidayakan ikan tersebut dengan melakukan penangkaran," jelas Patrick.
Jika para pebisnis itu tidak cepat sadar, bisa jadi aneka produk bioindustri yang bahan baku utamanya ikan akan macet. Padahal, kata Patrick, kebutuhan industri akan produk tersebut tidak pernah berhenti.
"Pasar tidak akan pernah mau tahu apakah bahan baku ada atau tidak, yang mereka ingin tahu produk yang mereka ada di pasaran," ujarnya.
(avi/lom)











































