Dari 360 ribu guru yang ada di Jawa Barat, baru 13 persen yang lulus sertifikasi. Oleh karena itu, Dinas Pendidikan Jabar meminta kepada Pemprov untuk memberikan keringanan syarat sertifikasi kepada guru senior yang sudah mengabdi selama 20 tahun.
"Kami berharap guru-guru senior bisa ikut proses sertifikasi tanpa harus mempunyai ijazah D4 atau S1. Syaratnya usianya di atas 50 tahun, dan telah menjadi guru selama 20 tahun," kata Kabid Manajemen Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Provinsi Jabar Asep Hilman, saat ditemui usai Upacara peringatan Hari Guru, di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Rabu (25/11/2009).
Ditemui di tempat yang sama, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan, pihaknya akan mendorong para guru untuk meneruskan pendidikan hingga jenjang S1, sebagai syarat untuk mendapatkan sertifikasi dari pemerintah pusat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Heryawan mengatakan, ada beberapa cara yang akan dilakukan Pemprov Jabar agar para guru segera mendapat sertifikasi. "Kita akan membantu S1-kan para guru, lalu kita akan mengadakan bimbingan sertifikasi saat akan menempuh ujian sertifikasi," imbuh Heryawan.
Menurutnya, jika guru sudah mendapatkan sertifikasi, maka akan mendapat tunjangan dua kali lipat, atau satu kali gaji. "Tapi berapa jumlahnya saya tidak tahu," kata Heryawan.
Meski demikian Pemprov Jabar tidak bisa terburu-buru untuk menyelesaikan sertifikasi semua guru yang ada di Jabar, karena setiap tahunnya pemerintah pusat hanya menjatah 6.000 hingga 7.000 guru yang bisa mengikuti proses sert.
Pemprov Jabar juga berjanji akan mensejahterakan guru di daerah terpencil.
(avi/ern)











































